Informasi Terkini

Sejumlah Negara Dukung Kemitraan Global Samudera

Bank Dunia Sebanyak 13 negara, 27 organisasi masyarakat sipil, 17 perusahaan sektor swasta,7 lembaga penelitian, 5 badan PBB, tujuh organisasi multilateral dan regional, serta tujuh yayasan swasta mendukung “Declaration for Healthy and Productive Oceans to Help Reduce Poverty” (Deklarasi untuk Lautan yang Sehat dan Produktif guna Membantu Mengurangi Kemiskinan).

Deklarasi tersebut, menurut siaran pers Bank Dunia yang diterima di Jakarta, Senin  (18/6), komitmen dari kemitraan puluhan pihak dalam memobilisasi sumber daya manusia, finansial, dan kelembagaan yang signifikan bagi investasi publik dan swasta yang efektif dalam areal samudera yang diprioritaskan.

Tujuan deklarasi itu untuk meningkatkan kapasitas dan mengenali kekurangan dalam melakukan tindakan untuk mengimplementasikan komitmen global, regional, dan nasional untuk keadaan lautan atau samudera yang sehat dan produktif.

Deklarasi itu juga menyadari bahwa meski telah banyak komitmen global yang telah dilakukan, tetapi lautan di dunia tetap berada dalam ancaman serius dari polusi, sumber daya kelautan yang tidak berkelanjutan, dan perubahan iklim.

Negara-negara yang mendukung deklarasi adalah Amerika Serikat, Australia, Jerman, Islandia, Korea Selatan, Monako, Norwegia, Selandia Baru, dan sejumlah negara kepulauan seperti Fiji, Jamaika, Kiribati, Palau, dan Samoa.

Sedangkan sejumlah organisasi masyarakat sipil yang mendukung antara lain Conservation International, Environmental Defense Fund, IUCN, Plant-A-Fish, Rare, The Nature Conservancy dan World Wide Fund for Nature (WWF).

Sebagaimana diketahui, Kemitraan Global Samudera adalah koalisi baru dan beragam dari berbagai pihak baik publik maupun swasta untuk bekerjasama menciptakan lautan yang sehat dan produktif.

Kemitraan tersebut pertama kali diumumkan pada Februari 2012 oleh Presiden Bank Dunia Robert B Zoellick pada acara World Oceans Summit dan telah banyak mengumpulkan dukungan.

Sasaran Kemitraan Global Samudera yang telah disepakati antara lain adalah mengurangi hingga separuh tingkat rata-rata hilangnya habitat alami kelautan dan meningkatkan kawasan perlindungan dan pengelolaan perairan setidaknya hingga sebanyak 10 persen areal pantai dan perairan, serta mengurangi polusi di lautan.(ant/hrb)

http://116.66.203.200/webbaru/content/artikel/event/181/penghargaan-pesisir-coastal-award-tahun-2012

Penghargaan Pesisir (Coastal Award) Tahun 2012

Penghargaan Pesisir (Coastal Award) Tahun 2012

Bentuk, Kategori dan Indikator Penilaian

A.    BENTUK PENGHARGAAN

Penghargaan yang diberikan pada setiap kategori berupa Piagam Penghargaan Pesisir (Coastal Award) dari Menteri Kelautan dan Perikanan. Selain itu juga akan diberikan apresiasi kepada setiap penerima penghargaan berupa piala, plakat serta bentuk apresiasi lainnya dari Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

B.   KATEGORI

Penghargaan Pesisir (Coatal Award) Tahun 2012 diberikan kepada Pemerintah Daerah, Akademisi, Kelompok Masyarakat, Korporasi dan Pewarta, serta secara khusus kepada Forum Mitra Bahari yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pengelolaan wilayah pesisir, lautdan pulau-pulau kecil secara terpadu dan berkelanjutan, dengan masing-masing kategori sebagai berikut:

1.   Pemerintah Daerah adalah Kabupaten atau Kota yang memiliki kepedulian dan berhasil mengimplementasikan pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau Kecil;

2.   Akademisi adalah Perorangan yang memiliki keahlian, kompetensi ilmiah dan pengalaman profesional dalam pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil di Indonesia;

3.   Kelompok Masyarakat adalah Kelompok atau anggota kelompok masyarakat yang memiliki motivasi, kepedulian, prakarsa, dan karya dalam pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil yang berkelanjutan;

4.   Korporasi adalah Perusahaan swasta, BUMN, BUMD, yang memiliki komitmen dalam mendukung pengembangan usaha dan pembangunan pesisir, laut dan pulau-pulau kecil.

5.   Pewarta adalah wartawan media cetak baik lokal maupun nasional yang sering menulis atau mengulas artikel tentang pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil di Indonesia;

6.   Forum Mitra Bahari adalah jejaring pemangku kepentingan dibidang pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil dalam penguatan kapasitas sumberdaya manusia, kelembagaan, pendidikan, penyuluhan, pendampingan, pelatihan, penelitian terapan dan pengembangan rekomendasi kebijakan.

C.   INDIKATOR PENILAIAN

Indikator penilaian dalam rangka seleksi dan penetapan calon penerima penghargaan Pesisir (Coastal Award) Tahun 2012 adalah :

1.   Pemerintah Daerah

  • Memiliki dokumen perencanaan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta dokumen lainnya yang mendukung program-program pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (Dokumen berupa PERDA, SK Bupati/Wali Kota);
  • Memiliki program-program pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil secara berkelanjutan;
  • Menyediakan dukungan sarana dan prasarana serta mengalokasikan anggaran yang berkaitan dengan kegiatan perencanaan dan program-program pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil;
  • Memiliki kelembagaan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil;
  • Melaksanakan program-program pemanfaatan, pengawasan dan pengendalian wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil.

2.   Kelompok Masyarakat

·  Menginisiasi upaya pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil;

·  Mengimplementasikan upaya pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil yang berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat secara berkelanjutan;

  • Berperan serta dalam proses pelaksanaan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil;
  • Mereplikasi dan mengembangkan praktek-praktek terbaik pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

3.   Kategori Akademisi.

  • Memiliki pemikiran konseptual ilmiah tentang pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan;
  • Memiliki publikasi ilmiah bereputasi nasional dan internasional dalam lingkup yang terkait dengan pengelolaan wilayah pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil;
  • Memiliki pengalaman profesional dalam perencanaan dan pemanfaatan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil terpadu;
  • Berperan aktif sebagai motivator dan dinamisator profesional dalam implementasi dan diseminasi praktek-praktek terbaik pengelolaan wilayah pesisir, laut  dan pulau-pulau kecil.

4.   Korporasi

  • Berkomitmen secara berkesinambungan dalam pengelolaanwilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecildi Indonesia;
  • Berperan aktif dalam mendukungdan memfasilitasipelaksanaan program pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecilyang terpadu dan berkelanjutan;
  • Memberikan peluang dan insentif kepada masyarakat (fasilitas akses permodalan, kemudahan perizinan, peningkatan kapasitas manajemen usaha dan pengolahan).

5.   Pewarta

  • Sering menulis artikel tentang pembangunan kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia baik dari kualitas maupun kuantitas;
  • Aktif mewartakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil (minimal 2 tahun berturut-turut);
  • Obyektifitas dalam pewartaan;
  • Tulisan/artikel merupakan hasil karya sendiri dan dapat disertai dengan foto-foto yang aktual tentang isu-isu pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil;
  • Tulisan/artikel memberikan motivasi, inspirasi, ide, gagasan, saran dan sudut pandang baru dalam pengelolaan wilayah pesisir, laut  dan pulau-pulau kecil.

6.   Forum Mitra Bahari

  • Memiliki struktur perangkat pendukung dan fungsi organisasi yang efektif;
  • Memiliki rencana strategis yang disusun secara partisipatif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan;
  • Mampu berkomunikasi dan bekerjasama secara efektif dengan para pemangku kepentingan (Pemerintah Pusat dan Daerah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha dan Masyarakat) dalam menyosialisasikan, memfasilitasi, melaksanakan, dan mendesiminasikan rencana dan capaian program pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil;
  • Membangun semangat kemitraan antar pemangku kepentingan secara berkelanjutan;
  • Berkontribusi dalam pembangunan kelautan dan perikanan melalui pendidikan dan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan, penelitian terapan serta pengembangan rekomendasi kebijakan.

Penyelenggaraan

A.    PANITIA PENYELENGGARA SELEKSI

Untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan pemberian Penghargaan Pesisir (Coastal Award) Tahun 2012, dibentuk Panitia oleh Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil,Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan tugas :

1.  Menyebarluaskan informasi tentang pencalonan penerima penghargaan pesisir (Coastal Award) baik kepada masyarakat dan perorangan maupun kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

2.  Menerima usulan dan melakukan seleksi administrasi

3.  Melaksanakan rapat penilaian administrasi;

4.  Menetapkan calon nominasi;

5.  Melakukan verifikasi berupa penilaian lapangan;

6.  Melaksanakan rapat penetapan calon penerima penghargaan.

B.   TIM PENILAI

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil,  Tim Penilai yang berperan dalam penyusunan dan penilaian kelayakan calon penerima Penghargaan Pesisir (Coastal Award) 2012, terdiri dari :

1.  Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI);

2.  Tim yang beranggotakan perwakilan setiap Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal KP3K;

3.  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Tim Penilai bertugas untuk :

  1. Melakukan penilaian administrasi;
  2. Melakukan verifikasi lapangan
  3. Memberikan rekomendasi dan mengusulkan penetapan calon penerima penghargaan kepada Direktur Jenderal KP3K.

C.   MEKANISME PENGUSULAN CALON

Calon penerima Penghargaan Pesisir (Coastal Award) untuk setiap kategori dapat diusulkan secara langsung oleh bakal calon atau Direktorat Jenderal KP3K atau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota. Pengusul harus mengisiform terlampir dengan disertai profil dan data pendukung, serta disampaikan kepada Tim Seleksi Penghargaan Pesisir (Coastal Award) Tahun 2012, dengan alamat :

Sekretariat Direktorat Jenderal

Kelautan, pesisir dan Pulau-pulau Kecil

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Jln. Medan Merdeka Timur No. 16

Gedung Mina Bahari III Lantai 11 Jakarta Pusat 10110

Telp. (021) 3513268 Fax. (021) 3522060 dan 3520357

http//:kp3k.kkp.go.id

Email: coastal.award@yahoo.com/ortala_kp3k@yahoo.co.id

Contact person :

Myrna Asteria Mamahit (081288167825)

Dodi Robby HI (0856 2751171)

A.    JADWAL KEGIATAN

NO.

KEGIATAN

WAKTU

1. Sosialisasi dan Publikasi

April- Mei

2. Penerimaan Usulan Calon Penerima Penghargaan

Juni- Juli

3. Seleksi Calon Penerima :a.    Administrasib.    Lapangan

Agustus

4. Penetapan Penerima Penghargaan

September

5. Penganugerahan Penghargaan Pesisir (Coastal Award)

Oktober

LAMPIRAN

FORMULIR  PENGUSULAN

PENGHARGAAN PESISIR (COASTAL AWARD)

KATEGORI:……………………………

TAHUN 2012

I. DATA IDENTITAS PESERTA
1. Nama Peserta :
2. Nama : Pemerintah Daerah/Akademisi/ Kelompok Masyarakat/ Korporasi
3. Nama Media/ Harian : (Untuk Kategori Pewarta)
4. Alamat Lengkap Peserta :
5. Nomor Telp/HP
6. Email :
7. Lokasi Kegiatan :
II. INSTRUMEN PENILAIAN
1. Menjabarkan/menceritakan kegiatan yang telah dilakukan dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sesuai dengan indikator penilaian yang telah ditetapkan dalam setiap kategori yang diikutidengan melampirkan dokumen-dokumen terkait;
2. Menjabarkan/menceritakan capaian dari kegiatan yang telah dilakukan baik dalam bentuk penghargaan yang pernah diraih, manfaatyang dirasakan oleh masyarakat sekitar dari kegiatan yang telah dilakukan, serta permasalahan dan tantangan yang dihadapi selama melakukan pengelolaan wilayah pesisir, lautdan pulau-pulau kecilserta pemanfaatannya.
3. Melampirkan foto-foto kegiatan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang dilakukan yang menjadi prestasi.
4. Melampirkan karya tulis/ artikel yang diterbitkan (khusus kategori pewarta)
5. Keterangan lainnya yang dianggap perlu.

Yang Mengusulkan :

(…………………………………..)

Nama dan tanda tangan pengusul

Upgrading Satelit Imagery Ground Station di Bitung

Rabu, 16 Mei 2012 17:31

Bakorkamla RI telah melaksanakan upgrading Satelit Imagery Ground Station di Bitung. Tujuan utama dari upgrading ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kecepatan dalam hal pengolahan data citra satelit modis dari level 0 sampai dengan level 2. Yang mana sebelum dilaksanakan upgrading hanya mampu mengolah data dari level 0 sapai dengan level 1B.

Peningkatan kemampuan perangkat dalam pengolahan data citra satelit tersebut, perlu juga didukung dengan peningkatan kemampuan SDM dalam mengolah, mengoperasikan dan merawat perangkat Ground Station tersebut.Pelaksanaan training pengolahan data citra satelit ini diikuti oleh seluruh personil GS Bitung, Personil MRCC Manado dan 2 personil dari kantor pusat Bakorkamla yang dipimpin oleh Kasubbid Pengelolaan Sistem dan TI Letkol Maritim Arief Meidyanto. Sesuaijadwal yang direncanakan pelaksanaan Training tersebut dimulai dari tanggal 14 mei sampai 16 Mei 2012.

Dalam Pembukaan Training tersebut, Kasubbid Pengelolaan Sistem dan TI menyampaikan beberapa arahan kepada peserta Training dan Pelatih dari Vendor PT Imtel Nusa Berjaya diantaranya menjelaskan maksud dan tujuan dari training ini yaitu sebagai pengenalan, pengoperasian ,analisa dan pengolahan data citra satelit pada Ground Station (GS) Bitung serta deliverynya ke Kantor Crisis Center Bakorkamla di Jakarta. Dari berbagai kemampuan pengolahan data citra satelit yang dimiliki oleh GS Bitung ini, diantaranya berupa Sea Surface Temperature (SST) dan Chlorophyll. Kedua data tersebut setelah dianalisa dapat digunakan sebagai dasaruntuk memprediksikan Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI). Demikian pentingnya hasil analisa kedua data tersebut sehingga bisa dimanfaatkan untuk masyarakat luas khususnya masyarakat bahari yang sangat erat kaitannya dengan hal penangkapan ikan dan aparat dari Stakeholder Bakorkamla seperti TNI AL, DKP, Polair dan tentunya Bakorkamla sendiri dalam rangka kepentingan penegakan hukum di laut. Beliau juga menyampaikan harapannya kepada personil yang mengawaki GS Bitung agar memiliki semangat tinggi dalam bekerja serta motivasi tinggi untuk selalu meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan data citra satelit dan pemeliharaan peralatannya sehingga mampu mengoperasikan dan memaintenance seluruh perangkat GS dengan baik dan memiliki life time yang lebih lama.

Terakhir beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada pelaksana Upgrading dalam hal ini PT. IMTEL, karena telah selesai melaksanakan kewajibannya sampai semua perangakat di GS Bitung berjalan dengan baik.

Tindak pidana/pelanggaran dan ilegal fishing masih marak terjadi sebagai akibat dari kurangnya koordinasi antara aparat penegak hukum dengan POKMASWAS atau laporan yang tak ditanggapi.

Sementara ini masih dapat dimaklumi karena pihk POSKAMLANDU belum memiliki srana yang cukup untuk melksnakan ptroli dan pengamanan pantai selatan ini.

Dalam catatan kami, disepanjang areal pengawasan kami telah terjadi pelanggaran penangkapan udang dengan modus operandi penggunaan kompressor untuk menyelam dan melkukan penebaran Potassium.

Hal ini sangat merugikan nelayan tradisional yng hanya menggunakan perahu kecil dalm memancing diperairan tersebut.

Dilain pihk, kemampuan nelayan kecil dalam mengumpulkan bukti sangat terbatas.

Dilain pihak, dirumpon rumpon yang telah dibuat, terjadi pelanggaran dengan modus penjualan mengambil ikan dirumpon tersebut oleh orang2 tk bertanggung jawab. Rimpon dijualkepada nelayan asing sekitar 30 sampi 40juta, sementara penjual mendapatkan tangkapan sepenuh perahu mereka dan uang tunai, Pembeli yang notabene adalah kpl nelayan asing mengeruk keuntungan dengn melakukn penangkapan dirumpon tersebut dan berlenggang dengan hasil tangkapan ilegal mereka.

Hal ini telah berlanjut sekian lama dan belum ada tanggapan dari aparat penegak hukum.

Mohon ditindak lanjuti masalah ini.

Sebuah kerinduan

Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)Kata mutiara ini kudapat dari situs Pemerintah Kabupaten Blitar. Tapi sungguh aku gak percaya kalo menjaga diri tak tidur akan menggapi sukses. Karena pasti kita sibuk mencubit kulit supaya gak ngantuk. Dan akhirnya ngelantur.Menurut hemat sya, mewujudkan mimpi adalah dengan semangat kerja keras dan management yang baik disertakan disiplin yng tinggi. Itu jalan menujun sukses.Berhubungan dengan hl tersebut, dalam kaitnnya dengan Visi dan Misi DKP Kb Blitar tentang sumberdaya kelautan danperikanan, sebagai kelanjutan dari bantuan kapal nelayan 10 GT yang kami terima;Kami rindu menggunakan peralatan tersebut untuk:1. Menggunakanny sebagai alt menangkap ikan semaksiml mungkin dan memanfaatkannya sebgai sarana menyejahterakan nelayan.2. Menggunakannya sebagai kapal latih praktek bagi nelayan tradisional yang selama ini menggunakan perahu kecil dengan penghasilan yng terbatas dan terklahkan oleh speed. Diharapkan melalui pelatihan dan praktek dari teori yang diperoleh dari DKP Kabupaten maupun DKP Provinsi, nelayan meningktkan kemampuan dan pengalaman dilapangan, sehingga diharapkan kedepan akan lebih bermanfaat dalam menggapai kesejahteraan.3. Menggunakannya sebagai kapal patroli (sambil menangkap ikan sambil mengawsi daerah cakupan) serta memberikan laporan secara rutin tentang situasi keamanan di perairan sekitar kepada POSKAMLANDU dn PPNS Kab Blitar atau Jjaran yang berkompeten menngani keamanan laut.

  1.  VISI DAN MISI DKP KAB BLITAR

 

VISI

 

“Terwujudnya masyarakat perikanan dan kelautan yang sejahtera melalui bisnis yang modern,

tangguh, mandiri dan lestari serta terpadu dengan pembangunan wilayah”

 

 

MISI

 

a. Menciptakan sumberdaya manusia yang mampu mengemban amanat pelayanan kepada

masyarakat

 

b. Meningkatkan posisi tawar pembudidaya ikan dan nelayan agar menjadi usahawan

agrobisnis dan agroindustri yang mandiri, tangguh serta berdaya secara kelembagaan

 

c. Meningkatkan upaya pengembangan kawasan agrobisnis dan agroindustri perikanan dan

kelautan yang semakin terpadu dengan pengembangan wilayah

 

d. Mengelola potensi sumberdaya perikanan dan kelautan secara optimal, efektif, efisien,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s